Pameran Budidaya Tanaman Sayur Hidroponik 239
Pameran Budidaya Tanaman Sayur Hidroponik di SMPN 239 Melalui Kegiatan P5 Teknologi Rekayasa
SMPN 239 kembali membuktikan komitmennya dalam mengintegrasikan pendidikan berbasis praktik melalui penyelenggaraan Pameran Budidaya Tanaman Sayur Hidroponik. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Teknologi Rekayasa, yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, inovasi, dan kepedulian siswa terhadap pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Pameran ini menampilkan berbagai inovasi teknologi rekayasa yang telah dikembangkan oleh siswa dalam proses pembelajaran. Salah satu fokus utama adalah budidaya tanaman sayur dengan metode hidroponik, yang menawarkan solusi modern, efisien, dan ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Proses Kegiatan
Proyek dimulai dengan pengenalan konsep dasar hidroponik oleh para guru pembimbing, diikuti dengan pelatihan teknis dalam membuat instalasi hidroponik sederhana. Selama beberapa minggu, siswa secara mandiri menanam dan merawat berbagai jenis sayuran, seperti selada, kangkung, bayam, dan pakcoy. Dalam prosesnya, mereka mempelajari prinsip kerja sistem hidroponik, termasuk pengelolaan nutrisi, pengaturan air, dan pencahayaan.
Isi Pameran
Pada pameran ini, siswa memamerkan instalasi hidroponik hasil karya mereka, mulai dari sistem wick system sederhana hingga sistem NFT (Nutrient Film Technique) yang lebih kompleks. Setiap kelompok siswa menyajikan dokumentasi proses budidaya, manfaat hidroponik, serta inovasi teknologi yang mereka kembangkan.
Selain itu, terdapat sesi demonstrasi langsung tentang cara membuat instalasi hidroponik mini dari bahan daur ulang, seperti botol plastik bekas. Sesi ini menarik perhatian pengunjung, yang tidak hanya terdiri dari siswa dan guru, tetapi juga melibatkan orang tua serta masyarakat sekitar.
Tujuan dan Harapan
Kegiatan ini bertujuan untuk:
- Mengembangkan kemampuan siswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menyelesaikan masalah nyata.
- Meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya inovasi dalam bidang pertanian modern.
- Memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang konsep keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam.
SMPN 239 berharap melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, berkolaborasi, dan berinovasi. Keberhasilan pameran ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi rekayasa dapat menjadi salah satu kunci dalam menciptakan solusi yang berdaya guna bagi masa depan.

Share This Post To :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- Reuni, Rahasia, dan Misteri Surat Cinta
- Aplikasi CBT SMPN 239 Jakarta
- Bayang-Bayang Masa Lalu
- BOTUNA, Cahaya di Tengah Kegelapan
- Senja di Meja Reuni
Kembali ke Atas




